Apa itu SDGS Projek 4G?
Sebuah inisiatif mahasiswa baru Universitas Mercu Buana — Kelompok 4G — yang mendedikasikan semester pertamanya untuk menjawab tantangan kesehatan desa melalui teknologi yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan.
Di banyak desa, pencatatan kesehatan masih dilakukan di buku besar yang rawan rusak, hilang, atau tercecer. Warga kesulitan mengingat riwayat pemeriksaan, nakes kewalahan merekap data, dan informasi kesehatan tidak mengalir dengan baik.
SDGS Projek 4G lahir dari observasi lapangan dan diskusi intensif Kelompok 4G. Kami percaya: kesehatan yang baik (SDG 3) dimulai dari data yang tertata, akses yang mudah, dan komunikasi yang terhubung.
Dari situlah Desa Sehat Kenanga dirancang — bukan sebagai aplikasi yang rumit, tapi sebagai sahabat digital warga dan nakes, dapat diakses via smartphone, dengan alur yang sesederhana membuka buku kesehatan pribadi.
Lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang berdampak sosial sejak dini.
- • 24 anggota dengan peran terdefinisi jelas
- • Struktur: Ketua, Wakil, Sekretaris, Bendahara, Developer, Logistik, PDD, Acara
- • Nilai: kolaboratif, transparan, dan berorientasi pengguna
Karena kesehatan desa tidak boleh tertinggal oleh digitalisasi. Kami ingin setiap warga — dari remaja hingga lansia — merasa dekat dengan layanan kesehatannya sendiri.
